Strategi Jitu Sukses Pemasaran Dengan Kemasan
- Hits: 98

Masih segar dalam ingatan kami mengenai peristiwa yang boleh dikatakan
unik, lucu, asik dan banyak lagi perasaan yang tidak bisa diungkapkan
dengan kata-kata, namun intinya adalah kesuksesan bermuara disana.
Tahun 2007 – 2008 adalah titik tolak meningkatnya penjualan kita, waktu
itu bisnis yang tengah kami geluti adalah bisnis keripik buah, mulai
dari keripik apel yang sangat dikenal dimalang, keripik nangka yang
super lezat rasanya, bahkan konon keripik nangka merupakan raja dari
raja keripik buah. Hampir dipastikan setiap kali kita merasakan keripik
nangka, otomatis mau beli lagi heee….. dan juga keripik keripik buah
yang lain mulai dari nanas, salak hingga buah yang dianggap mustahil
dibuat keripik misalkan melon dan semangka.
Dengan pasar yang demikian sempit (sebab segmen keripik buah waktu itu
adalah untuk kalangan menengah keatas) maka pasar didaerah kami (kota
malang) adalah pasar yang amat ketat, sehingga timbul ide untuk
memasarkan produk keripik buah kita ke luar area kami. Sebagai seorang
UKM, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa modal menjadikan kendala
untuk melakukan expansi pasar. Boro-boro dana untuk pengembangan pasar,
modal kerja saja sudah kembang kempis, apa lagi mau mengikuti pameran
yang tentunya membutuhkan dana yang amat besar.
Strategi cerdas pertama kali kita lakukan adalah menghubungi
dinas-dinas terkait, mulai dari dinas pertanian, dinas perekonomian,
dinas perdagangan serta dinas koperasi dan UKM. tujuannya apa ????,
tujuannya tak lain adalah meminta petunjuk serta binaan, syukur-syukur
jika ada pameran dan bisa mengikutsertakan produk-produk kita dalam
ajang pameran nasional di jakarta. Selain itu strategi cerdas lainnya
adalah mencari informasi binaan dari BUMN-BUMN setempat, sebab tiap BUMN
selalu menganggarkan dana untuk kegiatan sosial dan pembinaan UKM
Indonesia.
Dengan menghubungi dinas-dinas terkait dan mengikuti program binaan
BUMN apakah masalah kita sudah selesai …????? jawabannya adalah belum
disinilah kita ditantang apakah kita layak sukses atau tidak.
disinilah kita ditantang apakah kita layak sukses atau tidak.
Ceritanya begini, dengan didaftarkannya produk kita ke dinas-dinas
terkait maupun program binaan BUMN, otomatis jejak kita terrekam di data
base mereka. tentunya bukan hanya produk-produk kita saja yang ingin
mengikuti pameran, produk lain juga. ada yang sudah tahunan baru bisa
mengikuti pameran, ada yang baru ikut dan langsung bisa pameran, dan
lain sebagainya. terkadang bagi sebagian UKM ada yang selalu ikut
pameran dan ada juga yang sudah berusaha mati-matian tapi ngga
dipanggil-panggil, dan mungkin juga hal ini menimbulkan pertanyaan dan
prasangka …… apa ada sesuatu ?????
jawabannya adalah BETUL memang ada sesuatu. sesuatu itu adalah produk yang diajak pameran adalah “LAYAK” mengikuti pameran dan produk yang tidak diajak pameran memang “TIDAK LAYAK”.
jawabannya adalah BETUL memang ada sesuatu. sesuatu itu adalah produk yang diajak pameran adalah “LAYAK” mengikuti pameran dan produk yang tidak diajak pameran memang “TIDAK LAYAK”.
Lho.. kok ngga layak bagaimana… produkku itu super enak lho, dibanding yang laen produk saya lebih ciamik….
Betul
mungkin produk kita enak, namun untuk menjadi “LAYAK PAMERAN” enak saja
tidak cukup. Banyak aspek-aspek lain yang patut diperhatikan.
1. produk prima/ rasa produk enak (hukumnya wajib)
2. Tampilan produk harus enak dipandang mata
3. Desain gambar harus bagus
4. Desain kemasan harus OK
5. Mudah dibawa
6. Harga Terjangkau
dan yang terakhir adalah harus baik-baik sama yang mengajak pameran hee….
1. produk prima/ rasa produk enak (hukumnya wajib)
2. Tampilan produk harus enak dipandang mata
3. Desain gambar harus bagus
4. Desain kemasan harus OK
5. Mudah dibawa
6. Harga Terjangkau
dan yang terakhir adalah harus baik-baik sama yang mengajak pameran hee….
Pengalaman pribadi kami adalah sebagai berikut :
Sebagai UKM yang memiliki semangat juang 45, dan keinginan yang kuat untuk melebarkan sayap hingga penjuru negeri, maka pameran nasional adalah langkah awal untuk menuju kesana. karena produk kita adalah keripik buah, dan umumnya dikemas dengan kemasan alufoil, maka sayapun menggunakan metode yang sama. karena pengen ikut pameran maka langkah awal saya adalah merubah desain gambar kemasan menjadi gambar yang se-nge”jreng” mungkin sehingga diharapkan dari kejauhan sudah kelihatan bahwa produk tersebut adalah produk kami.
Sebagai UKM yang memiliki semangat juang 45, dan keinginan yang kuat untuk melebarkan sayap hingga penjuru negeri, maka pameran nasional adalah langkah awal untuk menuju kesana. karena produk kita adalah keripik buah, dan umumnya dikemas dengan kemasan alufoil, maka sayapun menggunakan metode yang sama. karena pengen ikut pameran maka langkah awal saya adalah merubah desain gambar kemasan menjadi gambar yang se-nge”jreng” mungkin sehingga diharapkan dari kejauhan sudah kelihatan bahwa produk tersebut adalah produk kami.
Seminggu dua minggu belum juga ada kabar, sebulan dua bulan juga belum
ada kabar, padahal konon tiap bulan pasti ada kegitan pameran disalah
satu BUMN-BUMN atau dinas terkait. dengan belum terpanggilnya kita dalam
ajang pameran tidak membuat kita patah semangat, Karena sudah jenuh
dengan rutinitas pekerjaan, dan tidak dipanggilnya kita dalan ajang
pameran, maka saya berinisiatif untuk mencari inspirasi, dan target
sementara adalah mall-mall setempat. saya datangi lokasi tempat
berkumpulnya para keripik. baik keripik buah maupun umbi-umbian, namun
diantara kesekian banyak tak satupun yang applicable dan bisa menjadi
inspirasi saya. singkat cerita akhirnya saya menemukan ide dari produk
luar negeri yaitu kripik kentang pringless.
Singkat cerita yang kami gunakan untuk sementara waktu dan untuk ajang
uji coba kami adalah selongsong bekas shutlle cock dan kami lapisi
dengan digital printing kertas art paper. sehingga jadilah kemasan yang
cukup keren meski dari kemasan bekas. beberapa kemasan kami buat dan
kami ajukan ke dinas-dinas terkait beserta binaan BUMN-BUMN. walhasil
produk kami diterima dengan luar biasa dan bulan berikutnya kami diberi
kesempatan mengikuti pameran di JCC (Jakarta Convention Center). dan
sebagai hasilnya, hingga saat ini kita memiliki buyer (AGEN) dijakarta
dan Bali.
Cerita detail mengenai usaha kami mendapatkan slongsong dari pabrik dan
slongsong bekas, membuntuti mobil pengirim slongsong (layaknya
detektip), menunggu pulang buruh pabrik shuttle cock untuk mendapatkan
info, dsb-dsb akan kami ceritakan pada kesempatan berikutnya.
dan untuk segala pertanyaan maupun konsultasi bisa dialamatkan ke email kami di
aa.packaging@yahoo.co.id
maupun langsung telp 08123545630 BEBAS PULSA (bagi penerima)
dan untuk segala pertanyaan maupun konsultasi bisa dialamatkan ke email kami di
aa.packaging@yahoo.co.id
maupun langsung telp 08123545630 BEBAS PULSA (bagi penerima)
SEMOGA UKM INDONESIA SUKSES SELALU
wassalam
aa packaging
aa packaging
sumber: kemasan.net


Tidak ada komentar:
Posting Komentar